ENZIM AMILASE SALIVA PDF

Latar Belakang Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagi katalis senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi dalam suatu reaksi kimia. Kelangsungan proses proses metabolisme yang diorganisasi hanya mungkin terjadi bila setiap sel mempunyai sendiri perlengkapan enzim yang ditetapkan secara genetik. Baru setelah itu reaksi lanjutan yang terkoordinasi. Juga pada sebagian besar mekanisme regulasi, enzim ikut berpartisipasi. Cara ini dapat menjamin kelangsungan metabolisme pada perubahan kondisi.

Author:Mazugore Vozilkree
Country:Malaysia
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):6 August 2007
Pages:341
PDF File Size:14.88 Mb
ePub File Size:3.22 Mb
ISBN:774-7-73787-388-9
Downloads:47932
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vudogami



Dalam dunia pendidikan tinggi, enzimologi tidak dipelajari tersendiri sebagai satu jurusan tersendiri tetapi sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. Enzimologi terutama dipelajari dalam kedokteran , ilmu pangan , teknologi pengolahan pangan, dan cabang-cabang ilmu pertanian. Pada akhir tahun an dan awal tahun an, pencernaan daging oleh sekresi perut [3] dan konversi pati menjadi gula oleh ekstrak tumbuhan dan ludah telah diketahui.

Namun, mekanisme bagaimana hal ini terjadi belum diidentifikasi. Ia mengusulkan nama "katalis" untuk zat-zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. Namun, proses kimia yang terjadi dengan pertolongan enzim telah dikenal sejak zaman dahulu misalnya pembuatan anggur dengan cara fermentasi atau peragian, dan pembuatan asam cuka.

Lois Pasteur salah seorang yang banyak bekerja dalam fermentasi ini dan ketika mengkaji fermentasi gula menjadi alkohol oleh ragi , Louis Pasteur menyimpulkan bahwa fermentasi ini dikatalisasi oleh gaya dorong vital yang terdapat dalam sel ragi, disebut sebagai " ferment ", dan diperkirakan hanya berfungsi dalam tubuh organisme hidup. Ia menulis bahwa "fermentasi alkoholik adalah peristiwa yang berhubungan dengan kehidupan dan organisasi sel ragi, dan bukannya kematian ataupun putrefaksi sel tersebut.

Kata "enzyme" kemudian digunakan untuk merujuk pada zat mati seperti pepsin , dan kata ferment digunakan untuk merujuk pada aktivitas kimiawi yang dihasilkan oleh organisme hidup. Pada tahun , Eduard Buchner memulai kajiannya mengenai kemampuan ekstrak ragi untuk memfermentasi gula walaupun ia tidak terdapat pada sel ragi yang hidup. Pada sederet eksperimen di Universitas Berlin , ia menemukan bahwa gula difermentasi bahkan apabila sel ragi tidak terdapat pada campuran.

Mengikuti praktek Buchner, enzim biasanya dinamai sesuai dengan reaksi yang dikatalisasi oleh enzim tersebut. Umumnya, untuk mendapatkan nama sebuah enzim, akhiran -ase ditambahkan pada nama substrat enzim tersebut contohnya: laktase , merupakan enzim yang mengurai laktosa ataupun pada jenis reaksi yang dikatalisasi contoh: DNA polimerase yang menghasilkan polimer DNA.

Penemuan bahwa enzim dapat bekerja diluar sel hidup mendorong penelitian pada sifat-sifat biokimia enzim tersebut. Namun, pada tahun , James B. Sumner berhasil mengkristalisasi enzim urease dan menunjukkan bahwa ia merupakan protein murni. Kesimpulannya adalah bahwa protein murni dapat berupa enzim dan hal ini secara tuntas dibuktikan oleh Northrop dan Stanley yang meneliti enzim pencernaan pepsin , tripsin, dan kimotripsin. Ketiga ilmuwan ini meraih penghargaan Nobel tahun pada bidang kimia.

Metode ini pertama kali diterapkan pada lisozim , enzim yang ditemukan pada air mata, air ludah, dan telur putih, yang mencerna lapisan pelindung beberapa bakteri. Struktur enzim ini dipecahkan oleh sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh David Chilton Phillips dan dipublikasikan pada tahun Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi dalam suatu reaksi kimia organik.

Molekul awal yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekul lain yang disebut produk. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter. Nama enzim sering kali diturunkan dari nama substrat ataupun reaksi kimia yang ia kataliskan dengan akhiran -ase. Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk menghasilkan senyawa intermediat melalui suatu reaksi kimia organik yang membutuhkan energi aktivasi lebih rendah, sehingga percepatan reaksi kimia terjadi karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama.

Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah substrat , suhu , keasaman , kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH tingkat keasaman optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein , yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.

Di luar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim, sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim.

Banyak obat dan racun adalah inihibitor enzim. Larutan ini adalah asam kuat dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Asam klorida oleh karenanya dapat digunakan untuk membuat garam klorida, seperti natrium klorida.

Asam klorida adalah asam kuat karena ia berdisosiasi penuh dalam air. Koagulan dan flokulan digunakan pada pengolahan air. Asam klorida merupakan asam pilihan dalam titrasi untuk menentukan jumlah basa. Asam yang lebih kuat akan memberikan hasil yang lebih baik oleh karena titik akhir yang jelas. HCl juga merupakan larutan elektrolit. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air.

Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas , tekstil , air minum , sabun dan deterjen.

Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia. Ia bersifat lembap cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas.

Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol , walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya.

Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. Dalam keadaan normal, yodium dikonsumsi hewan melalui air dan tumbuh-tumbuhan yang menyerap zat tersebut dari tanah. Apabila kandungan yodium dalam pakan ternak belum tercukupi biasanya peternak memeberikan mineral yodium dalam bentuk garam dapur pada ransum pakan terak.

Yodium ditemui dalam bentuk inorganik yodida dan organik dalam jaringan tubuh. Yodium berada dalam satu siklus di alam. Sebagian yodium ada di laut, sebagian lagi merembes dibawa hujan, angin dan banjir turun ke tanah dan gunung di sekitarnya. Yodium terdapat di lapisan bawah tanah, sumur minyak dan gas alam. Air berasal dari sumur-sumur tersebut merupakan sumber yodium. Daerah pegunungan di seluruh dunia termasuk di Eropa, Amerika, dan Asia kurang mengandung yodium, terutama pegunungan yang ditutupi es dan mempunyai curah hujan tinggi yang mengalir ke sungai.

Yodium di dalam tanah dan laut terdapat sebagai iodide. Ion iodide dioksidasi oleh sinar matahari menjadi unsur yodium yang mudah menguap. Yodium kemudian dikembalikan ke tanah oleh hujan.

Pengembalian yodium ke tanah berjalan lambat dan sedikit dibandingkan dengan kehilangan semula, dan banjir berulang kali akan menyebabkan yodium yang tersedia di tanah hanyut terbawa air Dalam tubuh terkandung sekitar 25 mg yodium yang tersebar dalam semua jaringan tubuh, kandungannya yang tinggi yaitu sekitar sepertiganya terdapat dalam kelenjar tiroid, dan yang relatif lebih tinggi dari itu ialah pada ovari, otot, dan darah.

Yodium diserap dalam bentuk yodida, yang di dalam kelenjar tiroid dioksidasi dengan cepat menjadi yodium, terikat pada molekul tirosin dan tiroglobulin. Selanjutnya tiroglobulin dihidrolisis menghasilkan tiroksin dan asam amino beryodium, tiroksin terikat oleh protein.

Asam amino beryodium selanjutnya segera dipecah dan menghasilkan asam amino dalam proses deaminasi, dekarboksilasi dan oksidasi.

Yodium adalah jenis mineral yang sangat penting untuk system reproduksi disamping untuk produksi hormon tiroid yaitu hormon yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan saraf otot pusat, pertumbuhan tulang, perkembangan fungsi otak dan sebagian besar metabolisme sel tubuh kecuali sel otak. Yodium juga dibutuhkan untuk sel darah merah dan pernafasan sel serta menjaga keseimbangan metabolisme tubuh Yodium dari makanan akan diserap dan menjadi bentuk yodida.

Sisanya di kelenjar air liur, kelenjar lambung, jaringan dan sebagian kecil beredar di seluruh tubuh. Umumnya bahan makanan sumber hewani seperti ikan dan kerang mengandung tinggi yodium. Bahan makanan sumber nabati yang mengandung tinggi yodium adalah rumput laut.

Yodium merupakan bagian integral dari kedua macam hormob tiroksin triodotironin T3 dan tetraiodotironin T4. Fungsi utama hormon-hormon ini adalah mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Hormon tiroid mengontrol kecepatan tiap sel menggunakan oksigen. Dengan demikian, hormon tiroid mengontrol kecepatan pelepasan energi dari zat gizi yang menghasilkan energi. Disamping itu kedua hormon ini mengatur suhu tubuh, reproduksi, pembentukan sel darah merah serta fungsi otot dan saraf.

Yodium berperan pula dalam perubahan karoten menjadi bentuk aktif vitamin A, sintesa protein dan absorbsi karbohidrat dari saluran cerna.

Yodium berperan pula dalam sintesis kolesterol darah. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa sebagai produk fotosintesis dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting. Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin , dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras pera sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket.

Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan. RAGI Ragi atau fermen merupakan zat yang menyebabkan fermentasi. Ragi biasanya mengandung mikroorganisme yang melakukan fermentasi dan media biakan bagi mikroorganisme tersebut.

Media biakan ini dapat berbentuk butiran-butiran kecil atau cairan nutrien. Ragi umumnya digunakan dalam industri makanan untuk membuat makanan dan minuman hasil fermentasi seperti acar , tempe , tape , roti , dan bir. Enzim yang ditemukan dalam air liur sangat penting dalam memulai proses pencernaan makanan pati dan lemak. Enzim ini juga berperan dalam mogok partikel makanan terjebak dalam celah-celah gigi, melindungi gigi dari pembusukan bakteri. Selain itu, air liur melayani fungsi licin, pembasahan makanan dan memungkinkan inisiasi menelan, dan melindungi permukaan mukosa mulut rongga dari pengeringan.

Berbagai spesies memiliki kegunaan khusus untuk air liur yang melampaui predigestion. Beberapa swifts menggunakan air liur bergetah mereka untuk membangun sarang. Aerodramus sarang yang berharga untuk digunakan dalam sup sarang burung Kobra. Beberapa arthropoda, seperti laba-laba dan ulat, membuat thread dari kelenjar ludah. Fungsi pencernaan air liur termasuk melembabkan makanan dan membantu menciptakan bolus makanan.

Fungsi licin air liur memungkinkan bolus makanan yang akan lulus dengan mudah dari mulut ke kerongkongan. Air liur mengandung enzim amilase, juga disebut ptyalin, yang mampu memecah pati menjadi gula sederhana yang dapat kemudian diserap atau selanjutnya dipecah di usus kecil. Kelenjar ludah juga mengeluarkan saliva lipase bentuk yang lebih ampuh lipase untuk memulai pencernaan lemak.

Saliva lipase memainkan peran besar dalam pencernaan lemak pada bayi baru lahir sebagai mereka lipase pankreas masih membutuhkan beberapa waktu untuk berkembang.

GMW 3232 PDF

Jurnal hidrolisis pati dengan enzim amilase pdf

Isomerase 6. Ligase Dalam mempelajari mengenai enzim, dikenal beberapa istilah diantaranya holoenzim, apoenzim, kofaktor, gugus prostetik, koenzim, dan substrat. Apoenzim adalah suatu enzim yang seluruhnya terdiri dari protein, sedangkan holoenzim adalah enzim yang mengandung gugus protein dan gugus non protein. Gugus yang bukan protein tadi dikenal dengan istilah kofaktor. Pada kofaktor ada yang terikat kuat pada protein dan sukar terurai dalam larutan yang disebut gugus prostetik dan adapula yang tidak terikat kuat pada protein sehingga mudah terurai yang disebut koenzim. Baik gugus prostetik maupun koenzim, keduanya merupakan bagian yang memungkinkan enzim bekerja pada substrat. Substrat merupakan zat-zat yang diubah atau direaksikan oleh enzim Poedjadi,

REHATNAMA PDF

Pengujian akan dilakukan berdasarkan metode Fuwa menggunakan larutan iodin secara stop assay. Artocarpus altilis Park. HCl akan memutus rantai pati secara acak, sedangkan hidrolisis secara enzimatis memutus rantai pati secara reaksi, gelas beker, erlenmeyer, pipet ukur, flow pipet, pipet tetes, pH meter, cawan alumunium, cawan Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. Enzim amilase akan memecah substrat pati melalui tiga tahapan utama yaitu gelatinisasi, likuifikasi, dan sakarifikasi [4]. Ketiga proses tersebut merupakan proses dengan tingkat konsumsi energi yang tinggi sehingga meningkatkan biaya hidrolisis Jurnal Teknik Kimia Vol. Salah satu upaya peningkatan kadar bioetanol dari pati ganyong adalah proses hidrolisis menggunakan enzim amilase termostabil dari bakteri Flavobacterium sp.

Related Articles