BUKU STRATEGI PERANG SUN TZU PDF

Perang selalu menjadi peristiwa yang tidak diinginkan, tapi sudah banyak terjadi sepanjang sejarah dunia —bahkan hingga hari ini. Simak beberapa buku terpopuler tentang perang, mulai dari buku paling klasik tentang strategi perang sampai novel yang memprediksi perang dunia ketiga. Buku ini secara umum berisi tentang strategi dan taktik untuk memenangkan perang. The Art of War terdiri dari 13 bab dan pada setiap bab dikhususkan untuk satu aspek perang. Salah satu poin utama yang dijabarkan Sun Tzu dalam The Art of War adalah kemampuan untuk mengenali musuh dan mengenali diri sendiri. Jika menguasai hal tersebut, maka tidak perlu takut dengan hasil pertempuran.

Author:Zolocage Grokazahn
Country:France
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):8 July 2014
Pages:315
PDF File Size:12.79 Mb
ePub File Size:6.48 Mb
ISBN:167-7-88719-907-9
Downloads:4768
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulurn



Perwira militer dalam dewan istana 3. Mata-mata yang beralih haluan tetapi dapat dibeli 4. Mata-mata pembawa kematian — tawanan yang diinterogai 5. Mata-mata pembawa kepastian — membawa informasi dengan selamat Upah yang besar bagi mata-mata rahasia Info dari mata-mata dianalisa Bidang intelijen merupakan kegiatan yang paling penting dalam peperangan sebab tidaklah akan tersusun suatu rencana perang yang efektif tanpa informasi dari musuh.

Keberanian terletak pada diri sendiri, sedangkan kelemahan musuh dibuat diri mereka sendiri. Mereka yang terlatih dalam perang dapat membuat diri mereka tak terkalahkan, namun kelemahan musuh hanya diakibatkan oleh musuh sendiri Mengetahui musuh anda, mengetahui diri anda, kemenangan anda adalah keniscayaan.

Mengetahui bumi, mengetahui syurga, kemenangan anda akan menjadi lengkap. Posted by Yuwie 4 comments Jenderal yang memahami perang adalah penentu nasib bangsa, dan kepadanya negara bersandar apakah akan damai atau bahaya. Jangan berperang kecuali untuk kepentingan negara. Jangan gunakan pasukan anda kecuali untuk kemenangan.

Jangan berperang kecuali anda dalam bahaya. Apa bila pasukan terdorong melarikan diri, melawan perintah, sedih, kacau atau dikalahkan, adalah kekeliruan jenderal karena tidak ada malapetaka itu yang disebabkan oleh alam. Cara berperang adalah : Jika kekuatan kita sepuluh kali musuh, kepunglah musuh, jika kekuatanya lima kali musuh seranglah ia, jika kekuatanya dua kali musuh bagilah kekuatan menjadi dua dan gunakan sebagai strategi alternatif, jika kekuatan hanya setara dengan musuh kita harus memusatkan kekuatan kita untuk berperang.

Jika korban meningkat tarik pasukan mundur. Jika kekuatan pasukan kita lebih lemah dari musuh kita harus benar-benar menghindari musuh, karena pasukan kecil yang membandel berakhir dengan penagkapan oleh pasukan yang lebih besar. Sifat tak terkalahkan terletak pada diri sendiri, namun kelemahan musuh dibuat dari kita sendiri.

Mereka yang terlatih dalam perang dapat membuat diri mereka tak terkalahkan, namun kelelmahan musuh hanya diakibatkan oleh musuh itu sendiri. Dalam perang mula-mula jenderal perintah dari penguasa. Kemudian dia menata pasukannya ke dalam entitas yang harmoni sebelum mendirikan perekemahan.

Amankan loyalitas pasukan anda sebelum menghukum mereka atau anda tidak a kan dapat menunudukan mereka. Dalam perang, mereka yang mengalahkan lebih dari sepuluh kereta perang musuh seharusnya diberikan hadiah.

Terlalu sering melakukan hukuman menujukkan jenderal berada dalam kesulitan karena tidak ada yang dapat mempertahankan mereka pasukan dalam keadaan terkontrol. Sekiranya perwira mula — mula meperlakukan prajuritnya dengan kasar dan kemudian menakutikanya, maka batas ketidak disiplinan akan tercapai.

Perlakukan prajurit anda dengan ramah namun tetap tegas mengontrol mereka untuk memastikan keberhasilan. Mereka yang tidak mengetahui kondisi pergunungan, hutan, dalarn tinggi dan berbahaya, daerah kotor, daerah rawa, dan daerah lembab tidak dapat melakukan kekuatan tentara.

Mereka yang tidak menggunakan pemandu local tidak dapat mengambil mamnfaat dari suatu daerah. Apa bila prajurit biasa lebih kuat dari perwiranya, mereka tidaka akan patuh. Apabila perwira terlalu kuat pasukannya lemah, hasilnya kejatuhan. Jenderal yang melindungi prajuritnya seperti seorang bayi, hanya membuat mereka hanya akan mengikutinya ke dalam jurang yang terdalam.

Seorang jenderal memperlakukan prajuritnya seperti anak yang tercinta maka mereka akan mengikutinya hingga mati. Jenderal yang maju tanpa menginginkan ketenaran dan menarik diri tanpa merasa malu, namun dengan tujuaan hanya melindungi negara dan mematuhi pemerintahnya adalah permata negara. Ada bebrapa jalan yang jangan diikuti, beberapa musuh yang jangan di perangi, bebertapa daerah yang jangan ddirebut, bahkan bebrapa aturan penguasa yang tak p[erlu diikuti.

Penyesuaian dengan tanah lapang adalah sekutu terbaik tentara dalam bertempur. Pekerjaan jenderal menata pasukan dan menempatkan mereka dalam posisi kritis. Dia memimpin mereka ke dalam teritori musuh untuk rencana selanjutnya.

Dengan komando, saya dimaksudkan pendirian jenderal dalam kearifan, ketulusan, kebaikan, keberanian dan ketegasan. Komandan yang baik berusaha mencari kebajikan dan berjalan dengan mendisiplinkan diri sendiri dengan hukum agar m,emberikan kontrol dalam kesuksesannya. Penguasa yang tercerahkan dan jenderal yang arif dapat mengalahkan musuh kapanpun mereka menyerang dan mereka dapat mencapai prestasi diatas manusia biasa karena mempunyai pengetahuan awal Sun Tzu mengingatkan, kemenangan bisa direngkuh melalui penyusunan rencana strategi yang matang.

Jangan sekali-kali bertindak gegabah atau sembrono pada tahap yang paling mendasar ini. Adakan penyelidikan, pengumpulan data atau informasi yang lengkap, akurat, detail, menyeluruh, serta tinggi tingkat presisinya. Kemudian, analisis dengan tajam berbagai faktor di lapangan. Hasilnya, startegi perang yang tidak saja efektif, tetapi juga lebih berdaya guna.

Ini menyangkut masalah hidup atau mati, satu jalan menuju keselamatan atau kehancuran. Ketika musuh tenang, ia sanggup membuatnya kelelahan.

Ketika musuh kenyang, ia sanggup membuatnya kelaparan. Ketika musuh diam, ia sanggup membuatnya bergerak. Semua ini bisa dilaksanakan karena ia muncul di titik-titik di mana musuh harus tergesa-gesa mempertahankannya. Bahwa ia bisa menempuh jarak tanpa kelelahan, adalah karena ia menempuh jalan di mana tidak terdapat musuh. Bahwa ia bisa merebut apa yang ia serang, adalah karena ia hanya menyerang tempat yang paling mudah untuk diserang.

Bahwa ia pasti meraih sukses dalam mempertahankan apa yang ia pertahankan, adalah karena ia mempertahankan tempat yang harus diserang musuh dengan tergesa-gesa. Oleh karenanya, terhadap mereka yang terampil dalam menyerang, musuh tidak tahu di mana harus bertahan. Betapa tidak kentara dan tidak terasa sehingga ia tidak meninggalkan jejak.

Betapa misterius ia sehingga tidak terdengar. Demikianlah, Serangannya takkan tertahankan kalau ia terjun ke titik-titik terlemah musuh. Ia tidak bisa dikalahkan ketika menarik diri karena ia bergerak gesit. Demikianlah, kalau ia mau bertempur, musuh dipaksa bertempur walaupun ia aman di tempat berlindungnya, ini adalah karena ia serang posisi yang harus dipertahankan musuhnya. Kalau ia tidak mau bertempur, ia bisa mencegah musuh bertempur walaupun batas perkemahannya sudah nyata, ini karena ia mengalihkan musuh dari tempat yang di tujunya.

Sun Tzu mengajarkan dua tataran seni perang, yaitu tataran strategi dan tataran taktik. Tataran strategi lebih berupa fondasi untuk memenangkan persaingan, sedangkan tataran praktis, membahas bagaimana response kita terhadap situasi yang berbeda, response kita bagaimana memanfaatkan kesempatan opportunity atau ancaman yang tiba-tiba muncul.

Dengan demikian, strategi lebih bersifat konstan, berupa dasar yang konsisten apapun situasinya, sementara taktik lebih situasional. Terdapat tiga prinsip strategi, yakni commitment, observation dan preparation. Jadi di sini dikatakan: Ia yang mengenal pihak lain musuh dan mengenal dirinya sendiri, tidak akan dikalahkan dalam seratus pertempuran.

Ia yang tidak mengenal pihak lain musuh tetapi mengenal dirinya sendiri memiliki suatu peluang yang seimbang untuk menang atau kalah. Ia yang tidak mengenal pihak lain musuh dan dirinya sendiri cenderung kalah dalam setiap pertempuran.

Jadi bertempur dalam seratus pertempuran dan memenangkan seratus kemenangan bukanlah suatu cerminan strategi yang paling hebat. Kemampuan untuk mengalahkan musuh tanpa pertempuran sama sekali adalah cerminan strategi yang paling hebat. Komandan perang yang efektif mengalahkan musuhnya tanpa berperang, merebut kota musuh tanpa menyerbunya dan memenangkan pertempuran tanpa perang berlarut larut. Strategi terbaik adalah memenangkan semua pepeangan tanpa bertempur.

Seni Perang Korporasi Sejati Sun Tzu berkata bahwa pejuang terbaik adalah mereka yang cukup siap, cukup kuat, dan cukup bijaksana untuk sama sekali tidak bertempur. Dalam perjalanan hidup Jenderal Sun Tzu dikisahkan bahwa strategi perang untuk mencapai kemenangan itu bisa berubah detik demi detik, demi mengimbangi atau menganntisipasi perubahan strategi musuh.

Strategi ini berpijak pada dasar pemikiran bahwa cara terbaik untuk menang perang adalah dengan menguasai kemampuan membaca jalan pikiran ahli strategi musuh. Dan barangsiapa mengetahui jalan pikir musuh dan mengetahui titik-titik kelemahannya, dipastiikan dia bisa memenangkan adu strategi tersebut.

Namun setiap strategi pasti mengandung risiko. Dan strategi peran Sun Tzu ditegaskan adanya prinsip mendasar yang mengatakan, "Kemenangan besar hanya bisa dilakukan orang yang berani ambil risiko besar". Prinsip ini menegaskan bahwa tanpa keberanian mengambil taktik berisiko besar, maka kemenangan besar sulit diraih.

Inilah inti dari strategi perang Sun Tzu yang mensinergikan antara strategi perang yang cerdik dan matang dengan keberanian mengambil risiko besar demi kemenangan yang besar pula.

ENE BRANISTE LITURGICA GENERALA PDF

Penerbit Buku Mizan

Manusia adalah kunci sukses organisasi. Wikimedia Commons has media related to Sun Tzu. Joanito Boediman added it Oct 26, Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas. Lists with This Book. The Art of War adalah salah satu studi strategi tertua dan paling terkenal dan memiliki pengaruh besar pada perencanaan militer dan seterusnya. Terdiri dari 13 bab, yang masing-masing dikhususkan untuk satu aspek peperangan, telah lama dipuji sebagai karya definitif tentang strategi dan taktik militer pada masanya.

GUIDA AL DIPORTO NAUTICO GUGLIELMI PDF

Buku strategi perang sun tzu pdf

Yozshujin National Football League coach Bill Belichick is known to have read the book and used its lessons to gain insights in preparing for games. Ikeu marked it as to-read May 14, Sesiapa yang cekap mengalahkan musuhnya menewaskannya sebelum ancamannya menjadi nyata. Selvia Sugianto marked it as to-read May 04, Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas. Clausewitz was intuitively understandable, even when the narrative was at times chaotic and tediously overdone. Its a rather powerful book in some ways, but in others I imagine this is a perahg that requires punishing instruction to fully understand.

ANTHONY GIDDENS SOCIOLOGIJA PDF

.

Related Articles