ASKEP CA NASOFARING PDF

Pengertian Karsinoma nasofaring adalah keganasan pada nasofaring yang berasal dari epitel mukosa nasofaring atau kelenjar yang terdapat di nasofaring. Carsinoma Nasofaring merupakan karsinoma yang paling banyak di THT. Sebagian besar klien datang ke THT dalam keadaan terlambat atau stadium lanjut. Etiologi Insidens karsinoma nasofaring yang tinggi ini dihubungkan dengan kebiasaan makan, lingkungan dan virus Epstein-Barr Sjamsuhidajat, Kaitan Virus Epstein Barr dengan ikan asin dikatakan sebagai penyebab utama timbulnya penyakit ini.

Author:Nar Yolmaran
Country:Sao Tome and Principe
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):13 June 2006
Pages:22
PDF File Size:9.42 Mb
ePub File Size:16.22 Mb
ISBN:620-6-26672-234-1
Downloads:76999
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Jut



Gejala karsinoma nasofaring dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu antara lain : 1. Gejala nasofaring Gejala nasofaring dapat berupa epistaksis ringan atau sumbatan hidung. Gangguan pada telinga Merupakan gejala dini karena tempat asal tumor dekat muara tuba Eustachius fosa Rosenmuller. Gangguan yang timbul akibat sumbatan pada tuba eustachius seperti tinitus, tuli, rasa tidak nyaman di telinga sampai rasa nyeri di telinga otalgia 3.

Gangguan mata dan syaraf Karena dekat dengan rongga tengkorak maka terjadi penjalaran melalui foramen laserum yang akan mengenai saraf otak ke III, IV, VI sehingga dijumpai diplopia, juling, eksoftalmus dan saraf ke V berupa gangguan motorik dan sensorik.

Jika seluruh saraf otak terkena disebut sindrom unialteral. Metastasis ke kelenjar leher Yaitu dalam bentuk benjolan medial terhadap muskulus sternokleidomastoid yang akhirnya membentuk massa besar hingga kulit mengkilat.

Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan CT-Scan daerah kepala dan leher untuk mengetahui keberadaan tumor sehingga tumor primer yang tersembunyi pun akan ditemukan.

Untuk diagnosis pasti ditegakkan dengan Biopsi nasofaring dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dari hidung dan mulut. Pengerokan dengan kuret daerah lateral nasofaring dalam narkosis. Penatalaksanaan Medis 1. Radioterapi merupakan pengobatan utama 2. Pengobatan tambahan yang diberikan dapat berupa diseksi leher benjolan di leher yang tidak menghilang pada penyinaran atau timbul kembali setelah penyinaran dan tumor induknya sudah hilang yang terlebih dulu diperiksa dengan radiologik dan serologik , pemberian tetrasiklin, faktor transfer, interferon, kemoterapi, seroterapi, vaksin dan antivirus.

Pemberian ajuvan kemoterapi yaitu Cis-platinum, bleomycin dan 5-fluorouracil. Sedangkan kemoterapi praradiasi dengan epirubicin dan cis-platinum. Pengkajian 1. Faktor herediter atau riwayat kanker pada keluarga misal ibu atau nenek dengan riwayat kanker payudara 2.

Lingkungan yang berpengaruh seperti iritasi bahan kimia, asap sejenis kayu tertentu. Kebiasaan memasak dengan bahan atau bumbu masak tertentu dan kebiasaan makan makanan yang terlalu panas serta makanan yang diawetkan daging dan ikan.

Golongan sosial ekonomi yang rendah juga akan menyangkut keadaan lingkungan dan kebiasaan hidup. Tanda dan gejala : Kelemahan atau keletihan.

Perubahan pada pola istirahat; adanya faktor-faktor yangmempengaruhi tidur seperti nyeri, ansietas. Smeltzer Suzanne C. Alih bahasa Agung Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk. Jakarta : EGC; Doenges, Marilynn E. Alih bahasa I Made Kariasa.

Jakarta : EGC; 3. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi revisi. Jakarta : EGC ; Diposting oleh.

BED REST SARAH BILSTON PDF

ASKEP CA NASOFARING PDF

R Hakim No. Nasofaring tidak bergerak, berfungsi dalam proses pernafasan dan ikut menentukan kualitas suara yang dihasilkan oleh laring. Nasofaring merupakan rongga yang mempunyai batas-batas sebagai berikut : Atas : Basis kranii. Bawah : Palatum mole Belakang : Vertebra servikalis Depan : Koane Lateral : Ostium tubae Eustachii, torus tubarius, fossa rosenmuler resesus faringeus.

AL BIDAYA WAN NIHAYA BANGLA PDF

ASKEP CA NASOFARING

Pengertian Karsinoma nasofaring adalah keganasan pada nasofaring yang berasal dari epitel mukosa nasofaring atau kelenjar yang terdapat di nasofaring. Carsinoma Nasofaring merupakan karsinoma yang paling banyak di THT. Sebagian besar klien datang ke THT dalam keadaan terlambat atau stadium lanjut. Anatomi Nasofaring. Nasofaring letaknya tertinggi di antara bagian-bagian lain dari faring, tepatnya di sebelah dorsal dari cavum nasi dan dihubungkan dengan cavum nasi oleh koane. Nasofaring tidak bergerak, berfungsi dalam proses pernafasan dan ikut menentukan kualitas suara yang dihasilkan oleh laring. Nasofaring merupakan rongga yang mempunyai batas-batas sebagai berikut : Atas : Basis kranii.

CNSC RD-337 PDF

ASKEP KANKER NASOFARING PDF

Daijin Meskipun demikan tetap ada peneliti yg mencoba menghubungkannya dengan merokok, secara umum resiko terhadap KNF pada perokok kali dibandingkan basofaring bukan perokok HSU dkk. Pembesaran dari kelenjar getah bening leher atas yang nyeri merupakan gejala yang paling sering dijumpai5, Pembedahan Dalam kondisi ini dapat dipertimbangkan tindakan operasi: Terdapat perbedaan yang bermakna dalam terjadinya Kanker Nasofaring Nasoffaring antara para migran dari daratan Tiongkok ini dengan penduduk di sekitarnya yang terdiri atas orang kulit putih Caucasianskulit hitam dan Hispanics, di mana kelompok Tionghoa menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi. Sakit kepala yang terus menerus, rasa sakit ini merupakan metastase secara hematogen. Hal ini dapat dibuktikan dengan dijumpai adanya keberadaan protein-protein laten pada penderita karsinoma nasofaring. Riwayat Kesehatan Keluarga Riwayat kesehatan keluarga yang lain tidak ada yang menderita penyakit seperti yang diderita klien saat ini. Saat ini klien terputus dengan dunia luar, kehilangan pencari nafkah bagi keluarganyabiaya mahal.

EBOOKWISE 1150 PDF

Askep CA Nasofaring

Intervensi : Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi, frekuensi, durasi Berikan tindakan kenyamanan dasar reposisi, gosok punggung dan aktivitas hiburan. Dorong penggunaan ketrampilan manajemen nyeri teknik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi musik, sentuhan terapeutik. Evaluasi penghilangan nyeri atau kontrol Kolaborasi : berikan analgesik sesuai indikasi misalnya Morfin, metadon atau campuran narkotik. Gangguan sensori persepsi berubungan dengan gangguan status organ sekunder metastase tumor Tujuan : mampu beradaptasi terhadap perubahan sensori pesepsi Kriteria hasil : mengenal gangguan dan berkompensasi terhadap perubahan Intervensi : Tentukan ketajaman penglihatan, apakah satu atau dua mata terlibat. Orientasikan pasien terhadap lingkungan Observasi tanda-tanda dan gejala disorientasi Perhatikan tentang suram atau penglihatan kabur Bicara dengan gerak mulut yang jelas Bicara pada sisi telinga yang sehat 3. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual muntah sekunder kemoterapi radiasi Tujuan : kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi. Kriteria hasil : Melaporkan penurunan mual dan insidens muntah Mengkonsumsi makanan dan cairan yang adekuat Menunjukkan turgor kulit normal dan membran mukosa yang lembab Melaporkan tidak adanya penurunan berat badan tambahan Intervensi : Sesuaikan diet sebelum dan sesudah pemberian obat sesuai dengan kesukaan dan toleransi pasien Berikan dorongan higiene oral yang sering Berikan antiemetik, sedatif dan kortikosteroid yang diresepkan Pastikan hidrasi cairan yang adekuat sebelum, selama dan setelah pemberian obat, kaji masukan dan haluaran.

Related Articles