KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI PDF

Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia merupakan masalah yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Bahkan sebelum hal ini dimasukkan dalam target Millenium Development Goals yang disetujui oleh negara anggota PBB untuk dapat dicapai di tahun , angka kematian ibu dan bayi sudah dijadikan sebagai indikator penting untuk melihat derajat kesehatan masyarakat. Menurut Bappenas, dalam sektor kesehatan tantangan terbesar terletak pada target untuk menurunkan angka kematian ibu AKI 1. Beberapa kasus kematian ibu melahirkan terjadi akibat adanya pendarahan, keracunan, infeksi, aborsi, dll. Sedangkan kematian bayi baru lahir disebabkan karena berat bayi lahir rendah, kesulitan bernafas saat lahir, tetanus, infeksi, masalah pemberian makanan, dll. Berbagai alasan medis tersebut secara tidak langsung dipengaruhi oleh beberapa faktor disekitarnya misal terbatasnya tenaga kesehatan di daerah, kondisi geografis daerah yang susah dicapai, faktor budaya yang masih tradisional, serta faktor ekonomi dan pendidikan yang masih rendah.

Author:Mira Fautaxe
Country:El Salvador
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):26 August 2010
Pages:143
PDF File Size:6.91 Mb
ePub File Size:16.68 Mb
ISBN:976-1-40559-264-7
Downloads:9888
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Moogusho



Kematian dan kesakitan ibu hamil, bersalin,nifas dan bayi baru lahir masih merupakan masalah besar negara berkembang termasuk Indonesia. WHO memperkirakan diseluruh dunia setiap tahunnya lebih dari Menanggapi masalah kematian ibu yang demikian besar, tahun untuk pertama kalinya di tingkat Internasional diadakan konferensi tentang kematian ibu di Nairobi, Kenya yang menyepakati peningkatan upaya bagi kesehatan ibu atau Safe Motherhood. Program Safe Motherhood mulai tahun , salah satu terobosannya adalah menempatkan tenaga bidan di setiap desa dan melatih dukun serta dilengkapi dengan dukun kit , sehingga diharapkan dukun yang sudah dilatih mampu dan mau menerapkan persalinan 3 bersih bersih tempat, alat dan cara.

Upaya Making Pregnancy Safer MPS dengan 3 pesan kunci yaitu 1 setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih 2 setiap komplikasi obstetric dan neonatal ditangani mendapat pelayanan adekuat 3 setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi. Dari hasil survey WHO dan Departemen Kesehatan ternyata penurunan AKI tidak sesuai target yang diharapkan dan dukun yang sudah dilatih ternyata kembali pada prilaku semula.

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya kematian ibu maupun bayi adalah faktor pelayanan yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatan sebagai penolong pertama pada persalinan tersebut, di mana sesuai dengan pesan pertama kunci MPS yaitu setiap persalinan hendaknya ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. Di samping itu, masih tingginya persalinan di rumah dan masalah yang terkait budaya dan perilaku dan tanda-tanda sakit pada neonatal yang sulit dikenali, juga merupakan penyebab kematian bayi baru lahir.

Menurut hasil penelitian dari 97 negara bahwa ada korelasi yang signifikan antara pertolongan persalinan dengan kematian ibu. Semakin tinggi cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di suatu wilayah akan diikuti penurunan kematian ibu di wilayah tersebut. Namun sampai saat ini di wilayah Indonesia masih banyak pertolongan persalinan dilakukan oleh dukun bayi yang masih menggunakan cara-cara tradisional sehingga banyak merugikan dan membahayakan keselamatan ibu dan bayi baru lahir.

Di beberapa daerah, keberadaan dukun bayi sebagai orang kepercayaan dalam menolong persalinan, sosok yang dihormati dan berpengalaman, sangat dibutuhkan oleh masyarakat keberadaannya. Berbeda dengan keberadaan bidan yang rata-rata masih muda dan belum seluruhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Sehingga perlu dicari suatu kegiatan yang dapat membuat kerjasama yang saling menguntungkan antara bidan dengan dukun bayi, dengan harapan pertolongan persalinan akan berpindah dari dukun bayi ke bidan.

Dengan demikian, kematian ibu dan bayi diharapkan dapat diturunkan dengan mengurangi risiko yang mungkin terjadi bila persalinan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan menggunakan pola kemitraan bidan dengan dukun. Dalam pola kemitraan bidan dengan dukun berbagai elemen masyarakat yang ada dilibatkan sebagai unsur yang dapat memberikan dukungan dalam kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini.

Tujuan Umum : Meningkatnya akses Ibu dan bayi terhadap pelayanan kebidanan berkualitas 2. Tujuan Khusus : a. Meningkatkan rujukan persalinan, pelayanan antenatal, nifas dan bayi oleh dukun ke tenaga kesehatan yang kompeten.

Meningkatkan alih peran dukun dari penolong persalinan menjadi mitra Bidan dalam merawat Ibu Nifas dan Bayinya c. Meningkatkan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan C. Lintas Sektor terkait di setiap jenjang administrasi disesuaikan kondisi setempat 3. Bidan koordinator dan bidan puskesmas D. Undang-undang No. Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Kesehatan No. Sumber : Magang kemitraan bidan —dukun trenggalek B.

Meningkatkan persalinan dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan melalui kemitraan bidan dengan dukun 2. Setiap ibu bersalin dan bayi baru lahir memperoleh pelayanan dan pertolongan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dalam pertolongan persalinan. Seluruh dukun yang ada dilibatkan dalam suatu bentuk kerjasama yang menguntungkan antara bidan dengan dukun dalam bentuk kemitraan.

Oleh sebab itu perlu diberi pengertian bahwa peran dukun bayi tidak kalah penting dibandingkan perannya dahulu. Proses perubahan peran dukun menuju peran barunya yang berbeda, memerlukan suatu adaptasi dan hubungan interpersonal yang baik antara bidan dukun. Di dalam konsep kemitraan bidan dengan dukun, dukun bayi perlu diberikan wawasan dalam bidang kesehatan ibu dan bayi baru lahir, terutama tentang tanda bahaya pada kehamilan, persalinan dan nifas serta persiapan yang harus dilakukan oleh keluarga dalam menyongsong kelahiran bayi.

Proses Proses yang dimaksudkan adalah lingkup kegiatan kerja bidan dan kegiatan dukun. Kegiatan bidan mencakup aspek teknis kesehatan dan kegiatan dukun mencakup aspek non teknis kesehatan. Tugas dukun ditekankan pada alih peran dukun dalam menolong persalinan menjadi merujuk ibu hamil dan merawat ibu nifas dan bayi baru lahir berdasarkan kesepakatan antara bidan dengan dukun. Yang dimaksudkan aspek teknis kesehatan adalah aspek proses pengelola dan pelayanan program KIA a Pengelolaan manajemen program KIA adalah semua kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian evaluasi program kesehatan ibu dan anak masuk KB.

Yang dimaksud aspek non kesehatan adalah : a Menggerakkan dan memberdayakan ibu, keluarga dan masyarakat b Memberdayakan tradisi setempat yang positif berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Melakukan pemeriksaan ibu hamil dalam 1. Memotivasi ibu hamil hal : untuk periksa ke Bidan a. Keadaan umum 2. Mengantar ibu hamil yang b. Menentukan taksiran partus tidak mau periksa ke c. Menentukan Keadaan janin dalam Bidan kandungan 3. Membantu Bidan pada d. Pemeriksaan laboratorium yang saat pemeriksaan ibu diperlukan hamil 2.

Melakukan tindakan pada ibu hamil dalam 4. Melakukan penyuluhan hal : pada ibu hamil dan a. Pemberian Imunisasi TT keluarga tentang b. Pemberian tablet Fe a. Tanda-tanda c. Tanda bahaya 3. Tanda-tanda Persalinan c.

Tanda bahaya kehamilan d. Perencanaan c. Gizi Bidan, menyiapkan e. Perencanaan Persalinan Bersalin di transportasi, Bidan, menyiapkan transportasi, menggalang dalam 8 menggalang dalam menyiapkan biaya, menyiapkan biaya, menyiapkan calon donor darah menyiapkan calon f. Memotivasi ibu hamil dan ABPK keluarga tentang : 4.

Melakukan kunjungan Rumah untuk : a. KB setelah melahirkan a. Persalinan di Bidan tentang persencanaan persalinan pada waktu menjelang b. Melihat Kondisi Rumah persiapan taksiran partus persalinan 6. Melakukan ritual c.

Melakukan rujukan apabila diperlukan setempat bila keluarga 6. Melakukan pencatatan seperti : meminta a. Kartu ibu 7. Melakukan motivasi pada b. Kohort ibu waktu rujukan diperlukan c. Buku KIA 8. Melaporkan ke Bidan 7. Melakukan Laporan : apabila ada ibu hamil a. Melakukan laporan cakupan ANC baru 2. Mempersiapkan sarana prasara 1. Mengantar calon ibu bersalin ke persalinan aman dan alat Bidan resusitasi bayi baru lahir, 2.

Mengingatkan keluarga termasuk pencegahan infeksi menyiapkan alat transport untuk 2. Mempersiapkan sarana prasaran 3. Melakukan asuhan persalinan. Melaksanakan inisiasi menyusu a. Air bersih dini dan pemberian ASI segera b. Kain bersih kurang dari 1 jam. Mendampingi ibu pada saat 5. Injeksi Vit K1 dan salep mata persalinan antibiotik pada bayi baru lahir 5.

Membantu Bidan pada saat proses 6. Melakukan perawatan bayi baru persalinan lahir 6. Melakukan ritual 7. Melakukan rujukan bila diperlukan 7.

Membantu Bidan dalam perawatan 9. Melakukan pencatatan persalinan bayi baru lahir pada : Membantu ibu dalam inisiasi a. Kohort Ibu dan Bayi Memotivasi rujukan bila diperlukan c. Register persalinan Membantu Bidan membersihkan Melakukan pelaporan: ibu, tempat dan alat setelah a. Cakupan persalinan persalinan 9 3. Melakukan Kunjungan Neonatal dan 1.

Perawatan ibu nifas a. Tanda-tanda bahaya dan b. Perawatan Neonatal penyakit ibu nifas c.

BC9000XLT MANUAL PDF

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN

Kematian dan kesakitan ibu hamil, bersalin,nifas dan bayi baru lahir masih merupakan masalah besar negara berkembang termasuk Indonesia. WHO memperkirakan diseluruh dunia setiap tahunnya lebih dari Menanggapi masalah kematian ibu yang demikian besar, tahun untuk pertama kalinya di tingkat Internasional diadakan konferensi tentang kematian ibu di Nairobi, Kenya yang menyepakati peningkatan upaya bagi kesehatan ibu atau Safe Motherhood. Program Safe Motherhood mulai tahun , salah satu terobosannya adalah menempatkan tenaga bidan di setiap desa dan melatih dukun serta dilengkapi dengan dukun kit , sehingga diharapkan dukun yang sudah dilatih mampu dan mau menerapkan persalinan 3 bersih bersih tempat, alat dan cara.

EL MENSAJERO MILLONARIO BRENDON BURCHARD PDF

Pengertian Kemitraan Bidan dan Dukun

Memberikan penyuluhan yang berhubungan dengan kesehatan ibu Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan sesudah melahirkan. Membantu Bidan dalam memfasilitasi keluarga untuk menyepakati isi Stiker, termasuk KB pascamelahirkan. Bersama dengan Kades, Toma membahas tentang masalah calon donor darah, transportasi dan pembiayaan untuk membantu dalam menghadapi kegawatdaruratan pada waktu hamil, bersalin dan sesudah melahirkan. Menganjurkan suami untuk mendampingi pada saat pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan sesudah melahirkan. Menganjurkan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan. Sasaran promosi kesehatan adalah individu, keluarga, masyarakat, dan petugas pelaksana program. Syafrudin, Promosi Bidan Siaga merupakan salah satu cara untuk melakukan promosi bidan siaga, yaitu dengan melakukan pendekatan dengan dukun bayi yang ada di desa untuk bekerja sama dalam pertolongan persalinan.

BOURDIEU FOR BEGYNDERE PDF

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI : Sebuah Inovasi dalam Pelayanan Publik

Kemitraan Bidan dan Dukun Kemitraan bidan dan dukun merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kemitraan bidan dan dukun ini harus terjaga dengan baik agar semua tujuan dapat tercapai yaitu terutama dapat menyelamatkan ibu dan bayi pada saat proses persalinan. Kemitraan bidan dan dukun dapat diwujudkan dengan kerjasama dan bagi hasil pelayanan. Kemitraan bidan dandukun dapat terjadi dengan adanya rasa saling percaya dan bersikap terbuka diantara keduanya.

Related Articles