DEFINISI BIOREMEDIASI PDF

Secara umum bioremediasi dimaksudkan sebagai penggunaan mikroba untuk menyelesaikan masalah-masalah lingkungan atau untuk menghilangkan senyawa yang tidak diinginkan dari tanah, lumpur, air tanah atau air permukaan sehingga lingkungan tersebut kembali bersih dan alamiah. Mikroba mengubah bahan kimia ini menjadi air dan gas yang tidak berbahaya misalnya CO2. Bakteri yang secara spesifik menggunakan karbon dari hidrokarbon minyak bumi sebagai sumber makanannya disebut sebagai bakteri petrofilik. Bakteri inilah yang memegang peranan penting dalam bioremediasi lingkungan yang tercemar limbah minyak bumi.

Author:Tejas Tonos
Country:Gambia
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):2 August 2007
Pages:126
PDF File Size:18.78 Mb
ePub File Size:18.31 Mb
ISBN:637-6-44989-963-9
Downloads:65905
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Arasar



Menurut Munir , bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran. Menurut Sunarko , bioremediasi mempunyai potensi untuk menjadi salah satu teknologi lingkungan yang bersih, alami, dan paling murah untuk mengantisipasi masalah-masalah lingkungan.

Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di Lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, yang disebut biotransformasi. Pada banyak kasus, biotransformasi berujung pada biodegradasi, dimana polutan beracun terdegradasi, strukturnya menjadi tidak kompleks, dan akhirnya menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan tidak beracun..

Bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran dan cukup menarik. Selain hemat biaya, dapat juga dilakukan secara in situ langsung di tempat dan prosesnya alamiah. Menurut Ciroreksoko , bioremediasi diartikan sebagai proses pendegradasian bahan organik berbahaya secara biologis menjadi senyawa lain seperti karbondioksida CO2 , metan, dan air. Sedangkan menurut Craword , bioremediasi merujuk pada penggunaan secara produktif proses biodegradatif untuk menghilangkan atau mendetoksi polutan biasanya kontaminan tanah, air dan sedimen yang mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.

Jadi bioremediasi adalah salah satu teknologi alternatif untuk mengatasi masalah lingkungan dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme. Mikroorganisme yang dimaksud adalah khamir, fungi mycoremediasi , yeast, alga dan bakteri yang berfungsi sebagai agen bioremediator.

Selain mikroorganisme, ternyata dapat pula memanfaatkan tanaman air sebagai bioremediasi. Menurut Stowell dalam Yusuf , tanaman air memiliki kemampuan secara umum untuk menetralisir komponen-komponen tertentu di dalam perairan dan sangat bermanfaat dalam proses pengolahan limbah cair.

Teknik bioremediasi memiliki beberapa keuntungan antara lain: a. Bioremediasi merupakan proses alami. Hasil proses bioremediasi bukan merupakan produk yang berbahaya. Tanah terkontaminasi dapat kembali ditanami. Relative ramah lingkungan Namun demikian teknik ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: a Tidak seluruh polutan mampu didegradasikan oleh mikroba b Akumulasi senyawa toksik yang merupakan metabolit sekunder selama proses bioremidiasi tidak dapat dihindari.

Mikroorganisme yang dimaksud adalah khamir, fungi mycoremediasi , yeast, alga dan bakteri. Mikroorganisme akan mendegradasi zat pencemar atau polutan menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun. Polutan dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan pencemar organik dan sintetik buatan. Bahan pencemar dapat dibedakan berdasarkan kemampuan terdegradasinya di lingkungan yaitu : a. Bahan pencemar yang mudah terdegradasi biodegradable pollutant , yaitu bahan yang mudah terdegradasi di lingkungan dan dapat diuraikan atau didekomposisi, baik secara alamiah yang dilakukan oleh dekomposer bakteri dan jamur ataupun yang disengaja oleh manusia, contohnya adalah limbah rumah tangga.

Jenis polutan ini akan menimbulkan masalah lingkungan bila kecepatan produksinya lebih cepat dari kecepatan degradasinya. Bahan pencemar yang sukar terdegradasi atau lambat sekali terdegradasi nondegradable pollutant , dapat menimbulkan masalah lingkungan yang cukup serius. Contohnya adalah jenis logam berat seperti timbal Pb dan merkuri. Sedangkan senyawa-senyawa pencemar menurut keberadaannya dapat dibedakan menjadi : a. Senyawa-senyawa yang secara alami ditemukan di alam dan jumlahnya konsentrasinya sangat tinggi, contohnya antara lain minyak mentah hasil penyulingan , fosfat dan logam berat.

Senyawa xenobiotik yaitu senyawa kimia hasil rekayasa manusia yang sebelumnya tidak pernah ditemukan di alam, contohnya adalah pestisida, herbisida, plastik dan serat sintesis. Dalam bioremediasi, lintasan biodegradasi berbagai senyawa kimia yang berbahaya dapat dimengerti berdasarkan lintasan mekanisme dari beberapa senyawa kimia alami seperti hidrokarbon, lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Sebagian besar dari prosesnya, terutama tahap akhir metabolisme, umumnya berlangsung melalui proses yang sama.

Polimer alami yang mendapat perhatian karena sukar terdegradasi di lingkungan adalah lignoselulosa kayu terutama bagian ligninnya. Mikroorganisme dapat menggunakan bahan pencemar sebagai sumber energi, sumber karbon atau aseptor electron untuk metabolisme hidupnya. Masuknya bakteri pada ukuran populasi tertentu terutama bakteri yang adaptif dan resisten terhadap lahan terpolusi, dapat mengikat logam berat karena mereka memproduksi protein permukaan atau sequens peptida yang mampu mengikat logam berat.

Beberapa bakteri yang adaptif pada lahan yang terpolusi logam berat antara lain Ralstonia, Pseudomonas dan Bacillus, mereka menghasilkan protein pengikat logam berat yang disebut metallothionein. Banyak bakteri, khamir dan algae mampu mengakumulasikan ion logam dalam sel mereka beberapa kali lipat dari konsentrasi logam di lingkungan sekitarnya.

Namun demikian, jika kemudian tergabung ke dalam rantai makanan maka hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Teknik bioremediasi akan mempercepat proses perombakan.

Bioremidiasi on-site adalah bioremidiasi di lokasi. Bioremidiasi ini lebih murah dan lebih mudah sementara bioremidiasi ex-situ dilakukan dengan cara tanah yamg tercemar digali dan dipindahkan ke dalam penampungan yang lebih dikontrol, kemudian diberi perlakuan khusus dengan menggunakan mikroba. Bioremidiasi ex-situ dapat berlangsung lebih cepat, mampu meremidiasi jenis kontaminan dan jenis tanahyang lebih beragam dan lebih mudah dikontrol dibandingkan dengan bioremidiasiin-situ.

Bioremidiasi ex-situ biasanya terdiri dari penggalian tanah yang tercemar dankemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah di daerah aman itu, tanah yangterkontaminasi dapat dibersihkan dari pencemar. Cara membersihkannya adalahtanah tersebut disimpan di bak atau tangki yang kedap, kemudian zat pembersihdipompakan ke bak atau tangki tersebut.

Untuk selanjutnya zat pencemar dapat dipompakan keluar dari bak dan kemudian diolah dengan instalansi pengolah air limbah. Kekurangan dari bioremidiasi ini adalah prosesnya lebih rumit dan mahalsementara kelebihannya adalah proses bisa lebih cepat dan mudah dikontrol,mampu meremediasi jenis kontaminan dan jenis tanah yang lebih beragam.

Bakteri-bakteri akan menguraikan limbah tersebut yang telah sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan hidup bakteri tersebut. Dalam waktu tertentu, bakteri yang telah ditebarkan pada lingkungan yang terkontaminasi tersebut akan menunjukkan bahwa kandungan limbah di lingkungan tersebut mulai berkurang bahkan hilang. Sehingga organisme yang digunakan harus dapat merombak polutan secara lengkap dengan kecepatan yang reasonable sampai mencapai batas aman. Sehingga, perlu dilakukan penambahan elektron aseptor yang sesuai, tergantung pada spesies mikroba dan kondisi lingkungan setempat, misalnya O2 untuk polutan yang memerlukan kondisi aerob, nitrat, fumarat atau sulfat untuk yang memerlukan kondisi anaerob.

Jika strategi bioremediasi sangat mahal dan masyarakat pengguna industri, pemerintah tidak akan menggunakannya. Dengan demikian, teknik bioremediasi hendaknya tidak lebih mahal dar ipada pengolahan secarafisik atau kimia dan dapat digunakan setiap saat Merujuk pada Lovley dalam, bioremediasi dapat terjadi secara intrinsik dan direkayasa engineered.

Bioremediasi intrinsik adalah bioremediasi yang berlangsung dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia karena kondisi lingkungan menunjang nutrientersedia dan mikroba yang berperanan dalam jumlah yang mencukupi. Namun demikian seringkali faktor lingkungan tidak optimal sehingga tidak memungkinkan terjadinya bioremediasi intrinsik sehingga memerlukan perbaikan faktor lingkungan, hal ini disebut engineered bioremediation. Konsep proses Bioremediasi didasarkan pada 4 proses utama: 1 Biodegradasi Merupakan proses dekomposisi biokimiawi dari suatu senyawa menjadi senyawadengan toksisitas yang lebih rendah atau menjadi produk yang tidak berbahaya misalnya CO2 dan H2O melalui aktivitas mikroorganisme seperti bakteri dan fungi.

Di dalam tanaman sifat ini dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasikan kontaminan ke dalam biomassa yang dapat dipanen. Minyak bumi menghasilkan fraksi hidrokarbon dari proses destilasi bertingkat. Apabila keberadaan minyak bumi berlebihan di alam, masing-masing fraksi minyak bumi akan menyebabkan pencemaran yang akan mengganggu kestabilan ekosistem yang dicemarinya. Di dalam minyak bumi terdapat dua macam komponen yang dibagi berdasarkan kemampuan mikroorganisme menguraikannya, yaitu komponen minyak bumi yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme dan komponen yang sulit didegradasi oleh mikroorganisme.

Komponen minyak bumi yang mudah didegradasi oleh bakteri merupakan komponen terbesar dalam minyak bumi atau mendominasi, yaitu alkana yang bersifat lebih mudah larut dalam air dan terdifusi ke dalam membran sel bakteri. Jumlah bakteri yang mendegradasi komponen ini relatif banyak karena substratnya yang melimpah di dalam minyak bumi. Isolat bakteri pendegradasi komponen minyak bumi ini biasanya merupakan pengoksidasi alkana normal. Komponen minyak bumi yang sulit didegradasi merupakan komponen yang jumlahnya lebih kecil dibanding komponen yang mudah didegradasi.

Hal ini menyebabkan bakteri pendegradasi komponen ini berjumlah lebih sedikit dan tumbuh lebih lambat karena kalah bersaing dengan pendegradasi alkana yang memiliki substrat lebih banyak. Isolasi bakteri ini biasanya memanfaatkan komponen minyak bumi yang masih ada setelah pertumbuhan lengkap bakteri pendegradasi komponen minyak bumi yang mudah didegradasi. Menurut Kadarwati et al. Bakteri yang sesuai harus mempunyai kemampuan fisiologi dan metabolik untuk mendegradasi bahan pencemar Udiharto et al.

Menurut Miller bakteri mampu beradaptasi pada lingkungan hidrokarbon melalui beberapa cara, yaitu: i pembentukan bagian hidrofobik pada dinding sel sehingga meningkatkan afinitas sel terhadap hidrokarbon, ii dihasilkannya surfaktan ektraselular yang dapat meningkatkan kelarutan hidrokarbon dan iii modifikasi intraselular membrane sitoplasmik yang dapat mengurangi toksisitas hidrokarbon terhadap bakteri. Dalam beberapa hal, lingkungan yang akan dilakukan bioremediasi sudah terdapat bakteri indigenous tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu ditambahkan bakteri eksogenous yang lebih sesuai Noegroho Mishra et al.

Walker et al. Pada minyak motor senyawa aromatic terdegradasi lebih besar daripada senyawa hidrokarbon jenuh sedangkan pada minyak mentah senyawa hidrokarbon jenuh terdegradasi lebih besar daripada aromatik. Oetomo mengisolasi bakteri perombak hidrokarbon minyak bumi dari lingkungan laut Tanjung Priok yang tercemar minyak, yaitu Pseudomonas sp. Pseudomonas sp. Menurut Udiharto et al. Penurunan tegangan antar muka media menyebabkan minyak terdispersi dan memperbesar kontak permukaan antara bakteri dan minyak sehingga akan terjadi peningkatan biodegradasi hidrokarbon minyak bumi.

Selain itu, biomassa yang dihasilkan merupakan akumulasi massa sel yang sebagian besar tersusun oleh protein. Protein dapat meningkatkan kesuburan tanah tercemar karena merupakan sumber pupuk nitrogen bagi lahan yang mendapatkannya. Sebelum biodegradasi berlangsung, hidrokarbon minyak bumi akan masuk ke dalam sitoplasma bakteri.

Ada dua teori mekanisme masuknya hidrokarbon ke dalam sitoplasma. Proses selanjutnya, bakteri memproduksi enzim yang dapat mendegradasi hidrokarbon minyak bumi. Enzim mendegradasi senyawa tersebut dengan cara mengeksploitasi kebutuhan bakteri akan energi Wisjnuprapto Enzim tidak habis dalam reaksi tersebut tetapi dilepaskan kembali untuk reaksi selanjutnya dengan substansi lainnya. Proses ini terjadi berulang-ulang sampai semua substansi yang tersedia terpakai.

Bentuk-bentuk penggunaan hidrokarbon minyak bumi oleh bakteri disajikan dalam Gambar 2. Tingkat kemudahan hidrokarbon minyak bumi didegradasi oleh bakteri tergantung kepada struktur dan bobot molekulnya Atlas Secara umum kemampuan biodegradasi naik dengan kenaikan panjang rantai Kadarwati et al. Selama proses biodegradasi terjadi perombakan fraksi parafinik, naftenik dan aromatik.

Menurut Udiharto a kemampuan bakteri mendegradasi hidrokarbon minyak bumi berbeda-beda. Panjang rantai optimum untuk didegradasi antara rantai karbon. Hidrokarbon dengan panjang rantai kurang dari 9 sulit didegradasi karena senyawa ini bersifat toksik tetapi beberapa bakteri tertentu methanotrop dapat mendegradasinya.

Beberapa hasil percobaan menunjukkan bahwa: i hidrokarbon alifatik umumnya mudah didegradasi daripada aromatik, ii hidrokarbon alifatik rantai lurus umumnya lebih mudah terdegradasi daripada rantai cabang.

Introduksi cabang ke molekul hidrokarbon menghambat proses biodegradasi, iii hidrokarbon jenuh lebih mudah terdegradasi daripada yang tidak jenuh. Adanya ikatan dobel atau tripel antar karbon menghambat proses biodegradasi dan iv hidrokarbon alifatik rantai panjang lebih mudah didegradasi daripada rantai pendek. Beberapa bakteri dan fungi diketahui dapat digunakan untuk mendegradasi minyak bumi.

Beberapa contoh bakteri yang selanjutnya disebut bakteri hidrokarbonuklastik yaitu bakteri yang dapat menguraikan komponen minyak bumi karena kemampuannya mengoksidasi hidrokarbon dan menjadikan hidrokarbon sebagai donor elektronnya. Adapun contoh dari bakteri hidrokarbonuklastik yaitu bakteri dari genus Achromobacter, Arthrobacter, Acinetobacter, Actinomyces, Aeromonas, Brevibacterium, Flavobacterium, Moraxella, Klebsiella, Xanthomyces dan Pseudomonas, Bacillus.

Beberapa contoh fungi yang digunakan dalam biodegradasi minyak bumi adalah fungi dari genus Phanerochaete, Cunninghamella, Penicillium, Candida, Sp.

Sejumlah bakteri seperti Pseudomonas aeruginosa, Acinetobacter calcoaceticus, Arthrobacter sp.

DURAFON 1X MANUAL PDF

DEFINISI BIOREMEDIASI PDF

Menurut Munir , bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran. Menurut Sunarko , bioremediasi mempunyai potensi untuk menjadi salah satu teknologi lingkungan yang bersih, alami, dan paling murah untuk mengantisipasi masalah-masalah lingkungan. Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di Lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, yang disebut biotransformasi. Pada banyak kasus, biotransformasi berujung pada biodegradasi, dimana polutan beracun terdegradasi, strukturnya menjadi tidak kompleks, dan akhirnya menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan tidak beracun.. Bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran dan cukup menarik.

DIKIR SYARAFIL ANAM PDF

Pengertian dan Definisi Bioremediasi

Jenis-jenis bioremediasi adalah sebagai berikut: Biostimulasi Nutrien dan oksigen, dalam bentuk cair atau gas, ditambahkan ke dalam air atau tanah yang tercemar untuk memperkuat pertumbuhan dan aktivitas bakteri remediasi yang telah ada di dalam air atau tanah tersebut. Bioaugmentasi Mikroorganisme yang dapat membantu membersihkan kontaminan tertentu ditambahkan ke dalam air atau tanah yang tercemar. Cara ini yang paling sering digunakan dalam menghilangkan kontaminasi di suatu tempat. Namun ada beberapa hambatan yang ditemui ketika cara ini digunakan. Sangat sulit untuk mengontrol kondisi situs yang tercemar agar mikroorganisme dapat berkembang dengan optimal.

RRB MODEL QUESTION PAPER WITH ANSWER FOR SECTION ENGINEER PDF

FITOREMEDIASI: Alternative Pelestarian Lingkungan

Zenith Tacia Ibanez 3 Comments Fitoremediasi adalah proses bioremediasi yang menggunakan berbagai tanaman untuk menghilangkan, memindahkan, dan atau menghancurkan kontaminandalam tanah dan air bawah tanah. Konsep penggunaan tanaman untuk penanganan limbah dan sebagai indikator pencemaran udara dan air sudah lama ada, yaitu fitoremediasidengan sistem lahan basah, lahan alang-alang dan tanaman apung. Selanjutnya konsepfitoremediasi berkembang untuk penanganan masalah pencemaran tanah. Subroto, MA. Pengurangan arsen mempekerjakan alami dipilih pakis hiperakumulator, yang menghimpun konsentrasi yang sangat tinggi arsenik khusus pada jaringan atas tanah.

ESKORBUTO HISTORIA TRISTE LIBRO PDF

BIOREMEDIASI

Bahwasannya, ketika proses ini sedang terjadi, mikroorganisme tersebut membentuk enzim yang nantinya akan berubah dari yang berbahaya menjadi baik-baik saja. Hal ini didukung adanya perubahan struktur molekul di dalamnya. Bilamana proses modifikasi struktur ini terjadi, bisa disebut sebagai Biotransformasi. Sebenarnya, penerapan dari penggunaan mikroorganisme ini sudah dimulai sejak lalu sekitar tahun an. Dimana pada proses ini telah diterapkan di saluran air untuk mendapatkan sumber air yang aman, bersih serta bebas dari bakteri jahat yang tak terlihat secara kasat mata.

Related Articles