KISAH SI BANGAU MERAH KHO PING HOO PDF

Cerita dalam episode ini memperjelas terkikisnya dominasi marga Suma keluarga Pulau Es mengingat keturunan terakhir mereka semuanya adalah perempuan. Keisengan mereka bertiga yang coba-coba menantang ganasnya badai pasir malah mempertemukan mereka dengan Tan Sin Hong kecil yang sedang mencoba menolong ibunya yang sudah meninggal. Mereka kemudian menolong anak ini dan memutuskan untuk mengangkatnya sebagai murid dan pewaris terakhir ilmu-ilmu sakti yang mereka miliki. Tidak disangka, kunjungannya malah membantu kedua pamannya selamat dari ancaman Hok Yan Cu seorang tokoh Pat-kwa-kauw dan Hek-sim Kui-bo Nenek Iblis Berhati Hitam yang berencana menculik putranya. Kunjungan keluarga Beng-san Sian-eng ke lereng Cin-ling-san mengunjungi ayahnya menjadi momen terakhir Gak Bun Beng, dia meninggal setelah mengoperkan seluruh sinkangnya ke cucu tunggalnya, Gak Ciang Hun. Sepeninggalnya, kedua muridnya memutuskan untuk berpisah dan berjanji akan bertemu kembali.

Author:Samujin Naramar
Country:Serbia
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):7 June 2015
Pages:383
PDF File Size:19.44 Mb
ePub File Size:12.58 Mb
ISBN:187-8-88083-590-8
Downloads:61489
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Voodoorr



Dia berasal dari keluarga kurang mampu. Kho Ping Hoo kecil amat gemar membaca. Semua buku milik ayahnya yang berisi tentang filsafat dan ajaran agama begitu meresap dalam hatinya.

Hal ini menimbulkan karakter filosofis dan religius pada dirinya yang kemudian selalu diselipkan pada karya-karyanya. Sebagian besar kemampuan Kho Ping Hoo memang diperoleh dari proses belajar secara otodidak.

Namun baru enam tahun kemudian, untuk pertama kalinya salah satu hasil karyanya dimuat dalam majalah Star Weekly. Keberhasilan itu membuat Kho Ping Hoo semakin giat menulis. Ia lalu menggunakan nama Asmaraman untuk mendampingi buah karyanya yang bersifat romantis. Tambahan nama Sukowati merujuk pada sebutan lain untuk kota Sragen.

Kisah ini dimuat secara bersambung dalam majalah Teratai yang ia dirikan bersama beberapa pengarang lain. Popularitas cerita ini kemudian mengubah jalan hidup Kho Ping Hoo. Ia meninggalkan pekerjaannya sebagai juru tulis dan mulai fokus menjadi penulis. Daya imajinasi disertai bakat menulis yang luar biasa telah menobatkan Kho Ping Hoo sebagai pengarang cerita silat paling produktif di Indonesia.

Selama masa kariernya sebagai penulis, dia telah merampungkan sekitar judul cerita silat berlatar belakang Tiongkok dan kurang lebih 50 judul lainnya berlatar Jawa.

HYPERENGINE AV MANUAL PDF

Cersil Silat Online Karya Kho Ping Hoo

Pada kesempatan kali ini akan saya ulas secara lengkap cerita silat karya pengarang besar dan legendaris kita, Asmaraman S Kho Ping Hoo. Kurang lebih 30 tahunan beliau telah menulis sedikitnya judul cerita silat. Sebagian besar latar cerita silat kho ping hoo adalah negeri Tiongkok, padahal justru beliau tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Karena beliau tidak bisa berbahasa Mandarin, Kho Ping Hoo tidak memiliki sumber pengetahuan yang valid tentang sejarah negeri Tiongkok yang berbahasa Tionghoa, sehingga banyak fakta historis dan geografis Tiongkok dalam ceritanya tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Namun meski demikian, untuk sekedar hiburan, penggambaran Kho ping hoo dalam latar ceritanya sungguh sangat realis. Jika para pembaca ada yang menemukan cerita silat karya Kho ping hoo yang belum tercantum, mohon sudi untuk memberi masukan lewat kolom komentar di bawah postingan ini.

LOS MANUALES DE IAN ZABEL PDF

Kisah Si Bangau Putih

Hujan yang melegakan hati para petani, melegakan tanah kering yang sudah berbulan-bulan merindukan air. Pagi hari ini udara sangat cerah, seolah matahari lebih berseri dari pada biasanya, seperti wajah seorang kanakkanak tersenyum dan tertawa sehabis menangis. Kewajaran yang indah tak ternilai. Seluruh permukaan bumi segar berseri seperti seorang puteri jelita baru keluar dari danau sehabis mandi bersih. Daun-daunan nampak hijau segar dan basah, demikian pula bunga-bunga, walau pun tidak tegak lagi melainkan lebih banyak menunduk karena hembusan air dan angin semalam. Tanah yang barusan disiram air selagi kehausan itu mengeluarkan uapan bau tanah yang sedap, bau yang mengingatkan orang pada masa kanak-kanak ketika dia bermain-main dengan lumpur yang mengasyikkan. Burung-burung pun lebih lincah pagi itu.

ASUS P5QL-EM MANUAL PDF

Si Bangau Merah

Dia berasal dari keluarga kurang mampu. Kho Ping Hoo kecil amat gemar membaca. Semua buku milik ayahnya yang berisi tentang filsafat dan ajaran agama begitu meresap dalam hatinya. Hal ini menimbulkan karakter filosofis dan religius pada dirinya yang kemudian selalu diselipkan pada karya-karyanya. Sebagian besar kemampuan Kho Ping Hoo memang diperoleh dari proses belajar secara otodidak. Namun baru enam tahun kemudian, untuk pertama kalinya salah satu hasil karyanya dimuat dalam majalah Star Weekly. Keberhasilan itu membuat Kho Ping Hoo semakin giat menulis.

Related Articles